Monday, February 27, 2012

KEPEMIMPINAN, HEGEMONI, DAN STABILITAS: ATURAN DALAM EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL


Sistem pasar telah menjadi faktor mayor dalam membentuk masyarakat modern, kompetisi pasar, dan pertanggungjawaban aktor ekonomi terhadap dorongan perubahan harga oleh masyarakat dalam upaya meningkatkan spesialisasi, efisiensi yang lebih besar, dan penyatuan ekonomi dunia. Terdapat tiga teori yang dapat digunakan untuk menjelaskan gerakan, ekspansi, dan berfungsinya ekonomi politik internasional (EPI). Pertama, liberalisme-ekonomi yang disebut dengan teori dual economy mengenai evolusi pasar sebagai respon dari hasrat universal dalam meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan kemakmuran. Yang kedua adalah teori Modern World System (MWS) yang dipengaruhi oleh Marxisme yang berpendapat bahwa pasar dunia esensinya merupakan sebuah mekanisme eksploitasi ekonomi negara yang kurang berkembang oleh ekonomi kapitalis maju. Ketiga, adalah teori stabilitas hegemoni.
Kendati satu sama lain teori tersebut saling berkontradiksi, masing-masing menyediakan pandangan beralasan mengenai dinamika dan berfungsinya EPI beserta perubahan struktur, yang menurut Marchal (1982) struktur dapat diartikan sebagai bagian dari ekonomi keseluruhan, yang dalam suatu periode waktu, muncul relatif stabil bagi lainnya serta menyediakan batasan dan kesempatan bagi aktor-aktornya untuk meraih tujuan mereka. Dan tujuan negara mayor serta organisasi yang kuat akan cenderung merubah struktur sesuai kebutuhan mereka. Yang dimaksud dengan perubahan struktur di sini adalah perubahan institusi-institusi di dalamnya dan hubungan fundamental.
            Mula-mula jurnal ini akan membahas teori dualism/ dual economy yang menyatakan setiap ekonomi, baik domestik maupun internasional, harus dianalisa dalam dua sektor indepeden: modern (sektor progresif yang dikarakteristikkan oleh level tinggi efisiensi produksi dan integrasi ekonomi) dan tradisional (dikarakteristikkan oleh model backward produksi dan self-sufficiency lokal. Teori ini percaya bahwa perkembangan ekonomi berasal dari kooperasi dan transformasi sektor tradisional ke sektor modern melalui modernisasi ekonomi, sosial, dan struktur politik. Integrasi global pasar dan institusi merupakan konsekuensi gerakan “tak terelakkan” dari paksaan ekonomi ke level yang lebih tinggi efiesiensi ekonomi dan interdependen global. Teori ini mengutamakan peran penting self-interest dan hasrat universal untuk memaksimalkan perolehan guna melakukan paksaan dalam evolusi ekonomi dunia.
Sebagaimana yang diutarakan Adam Smith, manusia selalu cenderung mencari ikatan koneksi ekonomi ketika batasan disingkirkan dan kesempatan terbuka bagi mereka. Kekuatan teori ini terletak pada kemajuan teknologi dalam evolusi EPI. Meningkatnya teknologi komunikasi dan transportasi telah mereduksi biaya bisnis yang menjurus kepada integrasi pasar terisolasi ke menyebarnya interdependen global. Namun teori ini memiliki kekurangan, metode statis komparatif lemah dalam memprediksi dan menjelaskan perubahan permintaan dan persediaan harga relatif serta lemah dalam menjelaskan perubahan teknologi, begitu pula dalam menganalisa dalam tren sistemik efek jangka panjang terkait perubahan dan inovasi dalam ekonomi, politik, dan hubungan sosial. Dual economy mengabaikan lingkungan ekonomi dan politik yang mempengaruhi evolusi pasar (R. Cameron, 1982, p. 29).
Sementara MWS menekankan pada struktur historis ekonomi politik dunia yang membuatnya memiliki kontribusi bernilai dalam pemahaman kita terkait dinamika EPI (Tooze, 1984, p. 13). Pada faktanya, tak satupun negara eksis tanpa dukungan ideologi nasionalisme dan tak ada pasar yang dapat bertahan tanpa liberalisme. MWS didefinisikan sebagai sebuah unit dengan divisi tunggal pekerja dan sistem budaya yang beragam (Wallerstein, 1974b, p. 390). Teori MWS didasarkan pada teori Marxis realitas sosial (Michalet, 1982).
Ia menerima teori perjuangan kelas, hanya saja MWS bicara dalam tingkat hirarki internasional dan perjuangan negara dan kelas-kelas ekonomi. Kedua, MWS menerima teori bahwa ekonomi internasional menghasilkan hirarki kelas negara dominan yang memicu adanya eksploitasi terhadap negara periperi. MWS juga percaya bahwa ekonomi dunia modern dikarakteristikkan oleh kontradiksi alami dan fungsi berdasarkan deterministic hukum yang mengatur perkembangan sejarah, krisis tak terelakkan, dan juga eventual demise. Hanya saja kalau Marxis tradisional beranggapan bahwa kapitalisme memiliki misi sejarah dalam mengembangkan dunia, teori MWS berpendapat bahwa sistem kapitalis dunia akan membuat negara berkembang menjadi tidak berkembang. Secara garis besar Wallerstein berpendapat sistem telah menciptakan negara kaya semakin kaya dan negara miskin semakin miskin (Skocpol, 1977, p. 1078). Dan pada kenyataannya, sistem dunia modern tidak benar-benar ada hingga dekade setelah Perang Dunia I di mana ekonomi industri dominan mulai bermunculan.
Meskipun ada benarnya hubungan negara core dan periperi berlangsung sejak kerajaan kolonial, namun perlu kita ketahui adanya perubahan struktur setelah Perang Dunia I. Munculnya negara industri baru di Asia dan Amerika Latin mentransformasi divisi pekerja dan merubah kepemimpinan dan kondisi alamiah EPI. Maka kemudian munculah teori stabilitas hegemoni yang memberikan pemahaman yang lebih baik dalam sebab dan konsekuensi proses dinamika yang digagas oleh Charles Kindleberger (ia lebih suka menyebutnya “kepemimpinan” atau “pertanggungjawaban”). Teori didefinisikan sebagai ekonomi dunia yang terbuka dan liberal yang meminta eksistensi hegemoni oleh satu negara yang paling kondusif mengembangkan rezim internasional yang kuat yang aturannya jelas dan dapat dipatuhi dengan baik… menurunnya struktur hegemoni kekuatan dapat diekpektasikan pada menurunnya kekuatan korespondensi rezim ekonomi internasional (Keohane, 1980, p. 132).
Salah satu kekuatan dalam teori ini adalah karena fokusnya pada peran sistem nation-state dan hubungan politik internasional dalam organisasi dan manejemen ekonomi dunia. Meskipun teori MWS benar bahwa modern nation-state benar-benar produk paksaan historis, nation-states, dan juga aksinya untuk mereduksi paksaan ekonomi; ketika modern nation-states eksis maka mereka akan secara logikanya bertindak dalam sistem negara yang kompetitif dan kemudian menghadirkan hegemonik/ kekuatan dominan.
Secara historis, kepemimpinan hegemoni dan munculnya ekonomi dunia liberal hanya terjadi dua kali. Pertama adalah era Pax Britannica hingga berlangsung hingga perang Napoleon dan berakhir hingga pecahnya Perang Dunia I. Sejalan dengan bangkitnya negara kelas menengah, menyetujui ideologi liberalisme, Inggris Raya membangkitkan era free trade dengan cara mereduksi tarif dan membuka border pada pasar dunia (Kindleberger, 1978b, ch. 3). Hampir sama ketika AS mengambilalih aturan internasional liberal setelah Perang Dunia II melalui GATT (General Agreement Tariffs and Trade) dan IMF (International Monetary Fund).
Berdasarkan teorinya, hegemon atau pemimpin memegang tanggung jawab untuk menjamin kondisi collective goods sistem perdagangan terbuka dan kestabilan pertukaraan mata uang. Hegemon memegang beberapa peran penting bagi operasi ekonomi dunia. Ia digunakan untuk mempengaruhi pembentukan rezim internasional (Krasner, 1982a, p. 185). Hegemon juga harus mencegah adanya negara lain dengan kekuatan monopoli mengeksploitasi lainnya agar mencegah negara tersebut keluar dari free trade (H. Johnson, 1976, pp. 17, 20). Hegemon juga harus mengatur, dalam suatu tingkatan, struktur foreign-exchange rate dan menyediakan kooperasi kebijakan moneter domestik (Kindleberger, 1981, p. 247), jika tidak, pasti akan ada serangan dari nasionalisme. Meskipun terdapat beberapa keuntungan dari sistem ini, muncul beberapa kritik sebagaimana Hirschman (1945, p. 16) bahwa hegemoni dapat mengeksploitasi posisi dominannya.   


Analisis
Evolusi ekonomi dunia dan perubahan structural meliputi tiga perkembangan. Pertama adalah perubahan lokus aktivitas ekonomi dari satu daerah ke daerah lainnya. Yang kedua adalah naik-turunnya sektor ekonomi. Dan yang ketiga adalah meningkatnya integrasi ekonomi nasional dan dampak dari paksaan ekternal dalam kehidupan domestik. Ketiganya diasosiakan dengan proses uneven growth dan memaksa secara signifikan pada kepentingan negaradan grup-grup kuat, dan menyajikan pertanyaan sukar mengenai efek politis dari ekonomi pasar dunia.
Masalah pertama meningkat dengan proses uneven growth kepemimpinan politik dan kooperasi internasional. Ekonomi yang tumbuh dan stabil membutuhkan kepemimpinan politik. Masalah kedua adalah hubungan perubahan ekonomi dan politik. Proses uneven growth menyebabkan perubahan struktur mayor dalam ekonomi dunia yang juga membawa pada masalah politik yang mayor bagi bangsa. Menurunnya hegemon dalam ekonomi dunia turut menyebarkan ketidakstabilan ekonomi dalam nasionalisme ekonomi. Dan masalah ketiga meningkat dibangkitkan oleh efek pertumbuhan, penurunan, dan kejayaan bangsa. Untuk mendapatkan ekonomi dunia yang stabil, dibutuhkan mekanisme pengaturan ekonomi yang berisi norma dan kebutuhan ekonomi internasional liberal.
Kendati satu sama lain dari ketiga teori tersebut saling berkontradiksi, masing-masing menyediakan pandangan beralasan mengenai dinamika dan berfungsinya EPI beserta perubahan struktur, yang menurut Marchal (1982) struktur dapat diartikan sebagai bagian dari ekonomi keseluruhan, yang dalam suatu periode waktu, muncul relatif stabil bagi lainnya serta menyediakan batasan dan kesempatan bagi aktor-aktornya untuk meraih tujuan mereka.
References
Frieden, Jeffry A & Lake, David A. 2000. International Political Economy: Perspectives on Global Power and Wealth. Routledge: Bedford/St. Martin’s
Gilpin, Robert. 1987. “The Dynamics of International Political Economy” dalam The Political Economy of International relations. Princeton: Princeton University Press
Laison, Thomas D. & D. Skidmore. 1993. “The Political Economy of American Hegemony: 1938-1973”, dalam International Political Economy: the struggle for Power and Wealth. Orlando: Harcourt Brace College Publisher


2 comments:

  1. Kunjungan balik,salam kenal...
    ijin Follow yah,kalo berkenan Folback juga boleh..

    ReplyDelete
  2. artikelnya padat , maksih ya mbak izin follow jg
    http://insanicita.blogspot.com

    ReplyDelete