Friday, September 16, 2011

UANG DAN SISTEM PERBANKAN


Devania Anesya/ 070810535


U
ang adalah bagian terpenting dalam bisnis internasional karena fungsinya yang sangat signifikan dalam menunjang kegiatan pembayaran barang, jasa, aset, dan perhutangan. Uang merupakan aset yang memberikan tiga fungsi dasar dalam perekonomian, yakni sebagai alat tukar, sebagai store of value, dan sebagai unit dalam akuntansi (Sobel, 2009: 263). Uang sebagai alat tukar saat ini adalah fiat money – bahwa uang tanpa nilai intrinsik digunakan sebagai alat tukar karena kepercayaan dari masyarakat dan jaminan dari pemerintah bahwa fiat money diciptakan sebagai legal tender yang berarti diterima sebagai alat pembayaran. Uang sebagai store of value, maksudnya disini adalah uang bisa dijadikan sebagai aset yang bisa kita simpan untuk digunakan di kemudian. Hal ini sangat memungkinkan karena uang merupakan bisa digunakan secara cepat untuk ditukarkan dengan barang atau jasa atau liquid item.Uang sebagai unit dalam akuntansi berarti bahwa yang digunakan untuk mengukur nilai tukar dan harga barang, jasa, aset dan sumber-sumber lainnya. Maksudnya disini adalah nilai yang terdapat pada suatu barang atau jasa bisa diukur dengan uang.
Keberadaan jumlah uang di masyararakat harus terus dikontrol terutama oleh pemerintah lewat bank pusat. Hal ini dikarenakan apabila terlalu banyak uang yang beredar di masyarakat maka akan terjadi inflasi dimana nilai uang turun dan nilai barang dan jasa naik. Sebaliknya apabila uang yang beredar di masyarakat sedikit, maka akan terjadi deflasi dimana nilai uang akan naik dan nilai barang dan jasa akan turun. Oleh karena itulah keseimbangan jumlah uang harus dipertahankan dan keberadaan uang harus diukur dengan sebaik-baiknya.
Terdapat beberapa cara dalam pengukuran suplai uang yaitu pertama, M1 Money Supply (Sobel, 2009: 265), di mana dalam suatu pasar, uang tidak selalu digunakan sebagai alat tukar langsung untuk membeli barang atau jasa. Cek deposit adalah bentuk lain dari uang yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi. Cek deposit adalah suatu alat pengganti sementara dari uang. Terdapat dua macam cek deposit yaitu unlimited deposit dan limited deposit. Jadi dalam pengukuran M1 terkait dalam tiga hal: suplai uang yang tersirkulasi saat ini, cek deposit, dan traveler’s check. Yang kedua adalah broader M2 money supply, yang terdiri M1 ditambah dengan saving deposit, time deposit kurang dari $100,000, dan money market mutual fund. Kemudian satu lagi inovasi yang ditemukan dalam mempermudah transaksi adalah kartu kredit – ketersediaan uang berdasarkan pinjaman.
Bisnis perbankan merupakan komponen penting dalam pasar modal. Seperti halnya bisnis lain, bisnis perbankan ini juga bertujuan untuk mencari keuntungan. Kegiatan yang dilakukan bank antara lain adalah membantu orang-orang yang ingin menyimpan uangnya ataupun membantu orang yang ingin meminjam dana untuk melakukan investasi pada suatu perusahaan. Sumber utama pendapatan bank berasal dari pinjaman yang mereka lakukan. Alokasi yang efisien yang dilakukan oleh bank untuk dana investasi merupakan sumber penting dalam pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pengawasan terhadap para peminjam dana harus dilakukan dengan benar oleh pihak bank, agar tidak terjadi kerugian yang akan ditanggung oleh bank tersebut.
Sistem perbankan saat ini hampir sama dengan sistem goldsmith – yang memperluas penyebaran mata uangnya melalui pinjaman. Di Amerika misalnya, saat ini ia menggunakan sistem fractional reserve bank yang memperbolehkan bank menyimpan kurang dari 100% deposit mereka untuk digunakan dalam bentuk required reserve – vault cash dan lainnya. Industri perbankan juga memiliki perbedaan dengan sistem goldsmiths, diantaranya adalah aksi bank-bank individual itu, saat ini, diatur oleh bank sentral. Bank sentral diharuskan untuk mengikuti kebijakan yang dibuat untuk memajukan ekonomi yang sehat. Jika suatu bank gagal dalam melaksanakan kegiatannya, maka yang dirugikan tidak hanya pemilik bank dan pegawainya saja, namun juga para debitor yang terlibat dalam kegiatan bank tersebut. Untuk mengatasi kegagalan bank tersebut, pada tahun 1930an dibentuk FDIC (Federal Deposit Insurance Corporation), di mana para nasabah akan mendapatkan garansi dari transaksi yang dilakukan apabila bank tersebut mengalami kegagalan. Akhirnya, kegagalan bank pun jarang ditemui lagi.
Keberadaan jumlah uang di sebagian besar negara biasanya dikontrol terutama oleh pemerintah lewat bank pusat. Tujuan utamanya adalah untuk meregulasi suplai uang dan menyediakan kebijakan iklim moneter yang terbaik bagi seluruh perekonomian. Pusat dari penciptaan kebijakan adalah – biasa disebut dengan – board of governors. Ia menyediakan aturan dan regulasi yang mempengaruhi di segala insttusi deposit. Diciptakan pula federal reserve district bank yang bertanggung jawab dalam memonitori bank komersial di daerah masing-masing.
Salah satu fungsi bank sentral khususnya di Amerika Serikat adalah meregulasi arus uang di dalam negeri, karena itu, The Fed memiliki The Federal Open Market Committee sebagai komite pelaksana tata regulasi tersebut. Komite ini yang merumuskan kebijakan yang diambil bank sentral, apakah menjual atau membeli obligasi negara sebagai upaya mengatur arus uang. Karena besarnya pengaruh kebijakan yang diambil, komite ini terdiri dari 7 anggota Board of Governors, presiden dari bank sentral di distrik New York, dan 4 dari 11 presiden di distrik lain.
Bank sentral ini harus bebas dari kepentingan, misalnya di AS, dengan cara: pertama, panjangnya masa tugas pejabat bank yang mengharuskan pejabat bebas dari tekanan politik. Kedua, setiap pejabat baru ditunjuk dalam masa 2 tahunan dan melampaui masa kepresidenan, sehingga The Fed memiliki wewenang sendiri dalam memutuskan. Ketiga, The Fed mampu menghasilkan aset sendiri tanpa bergantung alokasi dari budget pemerintah. Keempat, The Fed terbebas dari pemeriksaan audit dari General Accounting Office. Di Jepang, Inggris, dan Kanada, peran bank sentral juga terbebas dari pengaruh eksekutif dan legislatif di dalamnya. Akan tetapi, di negara-negara seperti Amerika Latin bahkan Indonesia sendiri, kebijakan politis elit seringkali mempengaruhi secara langsung kebijakan yang diambil bank sentral.
Bagaimanakan Fed megatur suplai uang? Ada tiga cara: pertama melalui reserve requirement, open market operations – jual beli obligasi, dan yang ketiga adalah discount rate and federal fund ratepembayaran bunga pinjaman serta pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral terhadap bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang. Peminjaman uang kepada bank sentral sifatnya hanyalah sementara.
Perubahan nature of money saat ini bergerak menuju kepada penggunaan mata uang yang lebih sedikit. Beberapa negara Amerika mulai mengadopsi mata uang dollar AS, beberapa negara Eropa mulai mengadopsi Euro, dan negara-negara Asia semakin bergerak ke mata uang dominan Yen Jepang dan Yuan milik Cina. Dengan demikian perlahan-lahan dunia akan menciptakan harga yang lebih stabil, dan semakin mereduksi cost transaksi. Namun keburukannya, ia juga mereduksi reliabilitas terhadap beragam pengukuran suplai uang dan juga mengaburkan meaning of money.
Diriview dari:
Sobel, Russell S. 2009. Understandng Economic: Money and Banking System. Mason: South Western Cengage Learning

1 comment:

  1. bingung

    Salam,
    Kevin
    Blog : www.nostalgia-90an.com
    Nostalgia Segala Sesuatu pada Tahun 90an.

    ReplyDelete